ShareThis

0
Wednesday, 21 September 2011 Post By: RIZKI

Makalah Permainan Engklek

BAB I
PENDAHULUAN



A.    LATAR BELAKANG
     
Permainan Tradisional merupakan kekayaan budaya bangsa yang mempunyai nilai-nilai  luhur untuk dapat diwariskan kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Permainan anak tradisional merupakan permainan yang memberikan manfaat untuk perkembangan anak , merupakan kekayaan budaya bangsa dan refleksi budaya dan tumbuh kembang anak. Permainan anak tradisional mempunyai hubungan yang erat dengan perkembangan intelektual, sosial, emosi, dan kepribadian anak.
Sejalan dengan berkembangnya teknologi maka, berkembang pula jenis mainan anak-anak. Diperkotaan anak-anak lebih banyak bermain di mall-mall. Mereka lebih mengenal pemainan-permainan modem seperti time zone, PS, Internet, Dea-Deo dan lain-lain. Selain itu munculnya berbagai siara televisi yang sangat variatif secara cepat juga dapat merubah sikap mental dan kebiasan anak hampir diseluruh wilayah Indonesia. Permainan-permainan tradisonal pun sudah jarang sekali kita jumpai contohnya permainan engklek. Dengan demikian kelompok kami ingin mengenalkan kembali permainan ini agar permainan ini akan terus berkembang dan dilestarikan untuk generasi selanjutnya.



B.     TUJUAN
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah:
a.       Melestarikan permainan tradisional sebagai ciri khas bangsa Indonesia.
b.      Memperkenalkan permainan tradisional Indonesia terutama ke masyarakat Indonesia sendiri yang tidak kenal dengan permaina tradisional tersebut.
c.       Memberikan pengertian kepada orang tua-orang tua bahwa anak tersebut membutuhkan yang namanya permainan agar tidak setres
d.      Mengajarkan anak-anak Indonesia berfikir kreatif dengan apa yang ada di sekitarnya sehingga diharapkan kelak anak-anak tersebut menjadi manusia dewasa yang kreati (dalam hal yang positif).

BAB II
PEMBAHASAN



A.    PENNGERTIAN PERMAINAN ENGKLEK

Permainan engklek ( dalam bahasa Jawa) merupakan permainan tradisonal lompat-lompatan pada bidang-bidang datar yang digambar diatas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki  dari kotak satu kekotak berikutnya. Permainan engklek biasa dimainkan oleh 2 sampai 5 anak perempuan dan dilakukan dihalaman. Namun, sebelum kita memulai permainan ini kita harus membuat kotak-kotak dipelataran semen, aspal atau tanah, menggambar 5 segi empat berhimpit vertical kemudian disebelah kanan dan kiri diberi lagi sebuah segi empat.

B.     SEJARAH

Permainan ini mempunya banyak nama atau istilah lain. Terdapat dugaan bahwa nama permainan ini berasal dari “zondag-maandag” yang berasal dari Belanda dan menyebar ke Nusantara pada jaman colonial, walaupun pendapat tersebut pendapat sementara.
Permainan ini dapat ditemukan diberbagai wilayah di Indonesia, baik di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi dengan nama yang berbeda-beda tentunya. Nama-nama untuk permainan Engklek  atau dalam bahasa Inggris ”Hopscotch”, antara lain Engklek (Jawa ), Asinan, Gala Asin (Kalimantan),  Intingan (Sampit),   Tengge-tengge (Gorontalo),  Cak Lingking (Bangka), Dengkleng, Teprok   (Bali),  Gili-gili (Merauke),  Deprok (Betawi),   Gedrik (Banyuwangi),  Bak-baan, engkle (Lamongan),  Bendang (Lumajang), Engkleng (Pacitan), Sonda (Mojokerto), Tepok Gunung (Jawa Barat), dan masih banyak lagi nama yang lain.

C.    BENTUK-BENTUK ENGKLEK
Adapun jenis atau bentuk engklek  yang telah teridentifikasi dalam penelitian Iswinarti (2007) ada 11 bentuk, yaitu sebagai berikut:
1.  Engklek bentuk kupingan, kapal balasam, sondah kapal, ebrekan.   8
2.Engklek bentuk gunung, gunungan
3.Engklek bentuk palang merah 
 4.Engklek bentuk sorok
5.Engklek bentuk sorok (variasi lain)
6.Engklek Bulet Payung 
7.Engklek bentuk orang-orangan 
8.Engklek bentuk pa’a
9.  Engklek bentuk baling-baling
10.Engklek bentuk TV
11. Engklek Bentuk Menara

D.    ATURAN MAIN

Cara bermainnya sederhana saja, cukup melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah digambarkan sebelumnya ditanah. Untuk dapat bermain, setiap anak harus mempunyai kereweng atau gacuk yang biasanya berupa pecahan genting, keramik lantai, ataupun batu yang datar. Kereweng atau gacuk dilempar pada salah satu petak yang digambar ditanah, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak atau ditempati ole setiap pemain, jadi para pemain harus melompat kepetak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada saat melemparkannya tidak boleh melebihi kotak yang disediakan, jika melebihi maka dinyatakan gugur, dan diganti dengan pemain selanjutnya. Pemain yang menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu melemparkan gacuk dengan cara membelakangi engkleknya, jika pas pada petak yang dikehendaki maka petak it akan menjadi “sawahnya”, artinya dipetak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak dengan dua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki sawah paling banyak adalah pemenangnya. Permainan ini sangat seru karena biasanya paling sering kesalahan yang dilakukan adalah saat kita melempar gacuk tapi tidak pas dikotaknya atau meleset dari tempatnya.

E.     MANFAAT

Permainan engklek mempunyai banyak manfaat antara lain:


1.      Kemampuan fisik anak menjadi kuat karena dalam permainan engklek anak diharuskan melompat-lompat.
2.      Mengasah kemampuan bersosialisasi dengan orang lain dan mengajarkan kebersamaan.
3.      Dapat menaati aturan-aturan permainan yang telah disepakati bersama.
4.      Mengembangkan kecerdasan logika anak. Permainan engklek melatih anak untuk berhitung dan menentukan langkah-langkah yang harus dilewatinya.
5.      Anak menjadi lebih kreatif. Permainan tradisional biasanya dibuat langsung ole h pemainnya. Mereka membuat barang-barang, benda-benda atau tumbuhan yang ada disekitar para pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat-alat permainan.
6.      Nilai deteksi dini untuk mengetahui anak yang mempunyai masalah
7.      Nilai untuk perkembangan  fisik yang baik. Aktivitas fisik meliputi kegiatan untuk berolah raga, meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh, dan mengembangkan ketrampilan dalam pertumbuhan anak,
8.      Nilai untuk kesehatan mental yang baik, yaitu: membantu  anak untuk mengkomunikasikan perasaannya secara efektif dengan cara yang alami, mengurangi kecemasan, pengendalian diri, pelatihan konsentrasi,
9.      Nilai problem solving, anak belajar memecahkan masalah sehingga kemampuan tersebut bisa ditransfer dalam kehidupan nyata,
10.  Nilai sosial, anak belajar ketrampilan sosial yang akan berguna untuk bekal dalam kehidupan nyata. 



BAB III
PENUTUP



A.    KESIMPULAN

1.      Permainan Engklek merupakan permainan tradisonal lompat-lompatan pada bidang-bidang datar yang digambar diatas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki  dari kotak satu kekotak berikutnya
2.      Permainan Engklek mempunyai banyak nama di daerah perkembangannya masing-masing.
3.      Permainan ini memiliki banyak manfaat bagi yang memainkannya, baik dari segi fisik maupun mental.


B.     SARAN

Kita sebagai generasi muda sebaiknya melestarikan permainan-permainan tradisional yang merupakan aset budaya di Indonesia. Agar permainan tradisional tersebut tidak punah dan agar permainan ini akan terus berkembang dan dilestarikan untuk generasi selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA



2.      research-report.umm.ac.id/index.../348_umm_research_report_fulltext.pdf



Terima kasih sudah membaca postingan saya. Komentar dengan sopan dan saya akan sangat berterima kasih. :)

sRcahyanti

Copyright Reserved CATPOSTER 2010-2012.
Design by: Bingn | Blogger Templates by Blofger Template Place | supported by One-4-All